Studi Kasus: Cedera Bahu pada Atlet Renang dan Jalan Menuju Pemulihan Optimal
Renang, olahraga yang sering dipuji karena minim benturan, nyatanya memiliki "titik lemah" bagi atletnya: bahu. Gerakan lengan yang repetitif dan bertenaga di atas kepala membuat bahu perenang rentan terhadap berbagai cedera, sering disebut sebagai "Bahu Perenang" (Swimmer’s Shoulder). Artikel ini akan membahas studi kasus hipotetis seorang atlet renang dan pendekatan pemulihan yang komprehensif.
Studi Kasus: Bima, Perenang Gaya Bebas
Bima, 19 tahun, adalah seorang perenang gaya bebas tingkat nasional yang berlatih 6 kali seminggu dengan volume tinggi. Selama beberapa bulan terakhir, Bima mulai merasakan nyeri tumpul pada bagian depan dan samping bahu kirinya, terutama saat melakukan fase entry dan pull dalam renang, serta saat mengangkat lengan di atas kepala. Nyeri ini semakin parah setelah sesi latihan intens dan mulai memengaruhi performanya. Ia juga merasakan klik dan keterbatasan jangkauan gerak.
Setelah konsultasi dengan dokter olahraga dan fisioterapis, serta pemeriksaan fisik dan pencitraan MRI, Bima didiagnosis mengalami sindrom impinjemen bahu (shoulder impingement syndrome) yang disertai tendinopati supraspinatus. Kondisi ini diduga disebabkan oleh kombinasi faktor: volume latihan yang berlebihan, ketidakseimbangan kekuatan otot di sekitar bahu (rotator cuff yang lemah, terutama eksternal rotator, dan stabilisator skapula yang kurang aktif), serta sedikit ketidaksempurnaan teknik renang yang membebani bahu secara tidak proporsional.
Metode Pemulihan yang Komprehensif
Pemulihan Bima memerlukan pendekatan multi-fase yang terstruktur:
-
Fase Akut (Penanganan Nyeri dan Peradangan):
- Istirahat Relatif: Mengurangi atau menghentikan aktivitas renang yang memicu nyeri.
- Terapi Dingin: Kompres es pada area yang nyeri untuk mengurangi peradangan.
- Manajemen Nyeri: Penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) jika diperlukan, sesuai anjuran dokter.
- Mobilisasi Lembut: Latihan jangkauan gerak pasif dan aktif ringan untuk menjaga mobilitas tanpa memicu nyeri.
-
Fase Rehabilitasi (Pemulihan Fungsi dan Kekuatan):
- Fisioterapi: Sesi rutin dengan fisioterapis untuk:
- Terapi Manual: Mobilisasi sendi bahu dan tulang belikat (skapula) untuk mengembalikan mekanika gerak yang optimal.
- Pelepasan Jaringan Lunak: Pijat atau teknik pelepasan fasia untuk mengurangi ketegangan otot.
- Latihan Penguatan Progresif: Fokus pada:
- Otot Rotator Cuff: Terutama penguatan rotasi eksternal dan abduksi ringan untuk stabilisasi sendi bahu. Contoh: rotasi eksternal dengan resistance band.
- Stabilisator Skapula: Mengaktifkan otot-otot di sekitar tulang belikat (misalnya, serratus anterior, trapezius) untuk memastikan gerakan skapula yang efisien. Contoh: scapular push-up, Y-T-W-L raises.
- Otot Inti (Core): Penguatan otot perut dan punggung bawah untuk transfer energi yang lebih baik dan stabilisasi tubuh secara keseluruhan.
- Latihan Fleksibilitas dan Peregangan: Mengembalikan kelenturan otot-otot bahu, dada, dan punggung atas.
- Koreksi Biomekanik dan Teknik Renang: Bekerja sama dengan pelatih renang untuk menganalisis dan memperbaiki teknik dayung, terutama fase entry, catch, dan finish, untuk mengurangi beban berlebihan pada bahu.
- Fisioterapi: Sesi rutin dengan fisioterapis untuk:
-
Fase Kembali ke Olahraga dan Pencegahan:
- Progresi Bertahap: Bima kembali ke kolam dengan volume dan intensitas yang sangat rendah, perlahan ditingkatkan sesuai toleransi nyeri dan panduan fisioterapis.
- Program Pencegahan Jangka Panjang: Menerapkan pemanasan yang adekuat, pendinginan, latihan penguatan preventif rutin, cross-training, dan monitoring beban latihan untuk menghindari kambuhnya cedera.
Kesimpulan
Kasus Bima menyoroti bahwa cedera bahu pada atlet renang seringkali multifaktorial dan memerlukan pendekatan pemulihan yang holistik. Kesabaran, konsistensi dalam menjalani program rehabilitasi, serta kolaborasi erat antara atlet, pelatih, dan profesional kesehatan adalah kunci untuk mencapai pemulihan yang optimal dan kembali berprestasi di kolam renang dengan risiko cedera yang lebih rendah.
