Politik Rusia

Politik Rusia: Sentralisasi Kekuasaan dan Stabilitas

Politik Rusia kontemporer seringkali dipahami sebagai sistem yang sangat terpusat dan didominasi oleh satu figur kunci: Vladimir Putin. Sejak awal milenium ke-21, Rusia telah mengembangkan model politik yang unik, berbeda dari demokrasi liberal Barat.

Ciri utama sistem ini adalah kekuatan eksekutif yang luar biasa besar, terutama melalui jabatan presiden. Duma (parlemen) dan lembaga peradilan memiliki peran yang lebih terbatas, seringkali berfungsi untuk mendukung agenda Kremlin daripada menjadi penyeimbang kekuasaan yang independen. Perubahan konstitusi baru-baru ini semakin memperkuat cengkeraman kekuasaan di tangan presiden.

Partai "Rusia Bersatu" (Yedinaya Rossiya) mendominasi lanskap politik, sementara oposisi politik yang otentik sering menghadapi tekanan signifikan, pembatasan ruang gerak, atau bahkan represi. Kebebasan media dan masyarakat sipil juga sangat terbatas, dengan narasi yang dikontrol ketat oleh negara.

Dalam kebijakan luar negeri, Rusia menampilkan pendekatan yang asertif, berfokus pada kepentingan nasional, pemulihan pengaruh global, dan seringkali menantang hegemoni Barat. Stabilitas internal dan persepsi kekuatan di mata dunia menjadi pilar penting dalam arah kebijakan ini.

Singkatnya, politik Rusia adalah konstruksi yang kompleks, memprioritaskan stabilitas, kontrol internal, dan kedaulatan negara di atas pluralisme politik ala Barat. Ini adalah sistem yang terus berevolusi namun tetap teguh pada prinsip sentralisasi kekuasaan.

Exit mobile version