Dampak Deforestasi terhadap Emisi Karbon Indonesia: Sebuah Tantangan Mendesak
Indonesia, dengan hamparan hutan tropisnya yang luas, dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia. Hutan-hutan ini tidak hanya kaya akan keanekaragaman hayati, tetapi juga berperan krusial sebagai penyerap karbon (carbon sink) alami yang vital. Namun, laju deforestasi yang tinggi di Indonesia telah mengubah peran tersebut, menjadikannya salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia.
Hutan sebagai Penyimpan Karbon
Secara alami, pohon menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer melalui proses fotosintesis dan menyimpannya dalam biomassa mereka (batang, daun, akar) serta di dalam tanah. Hutan yang sehat dapat menyimpan miliaran ton karbon. Ketika hutan ditebang atau dibakar, karbon yang telah tersimpan selama puluhan bahkan ratusan tahun itu dilepaskan kembali ke atmosfer dalam jumlah besar. Proses ini secara langsung meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca, yang merupakan pemicu utama perubahan iklim global.
Ancaman Lahan Gambut
Dampak deforestasi terhadap emisi karbon di Indonesia semakin diperparah dengan keberadaan lahan gambut yang luas. Lahan gambut adalah ekosistem unik yang terbentuk dari akumulasi material organik yang tidak terurai selama ribuan tahun, menjadikannya gudang karbon terbesar di daratan. Ketika lahan gambut dikeringkan untuk perkebunan (seperti kelapa sawit) atau dibakar, ia melepaskan karbon dioksida dalam jumlah yang jauh lebih besar dan lebih cepat dibandingkan hutan biasa. Pembakaran gambut juga sering menjadi penyebab kabut asap lintas batas yang melanda kawasan.
Konsekuensi Global dan Lokal
Peningkatan emisi karbon dari deforestasi di Indonesia berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global. Ini tidak hanya mempercepat perubahan iklim dengan dampak seperti peningkatan suhu bumi dan cuaca ekstrem, tetapi juga mengurangi kapasitas alam untuk menyerap karbon di masa depan. Secara lokal, deforestasi juga menyebabkan hilangnya habitat, erosi tanah, dan penurunan kualitas air.
Langkah ke Depan
Mengatasi deforestasi adalah kunci untuk mengurangi emisi karbon Indonesia dan berkontribusi pada upaya global mitigasi perubahan iklim. Upaya ini meliputi penegakan hukum yang kuat terhadap penebangan ilegal, restorasi hutan dan lahan gambut yang rusak, serta promosi praktik pertanian berkelanjutan yang tidak memerlukan pembukaan lahan hutan primer atau gambut. Masa depan iklim global sangat bergantung pada bagaimana Indonesia melindungi dan mengelola "paru-paru dunia" miliknya.
