Anggaran CSR Tidak Tembus pandang Penduduk Pertanyakan Perusahaan Tambang

Anggaran CSR Perusahaan Tambang Diselimuti Kabut: Masyarakat Menuntut Transparansi dan Akuntabilitas

[Nama Lokasi, Tanggal] – Janji kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan seringkali menjadi narasi utama perusahaan tambang di wilayah operasinya. Namun, di banyak daerah, narasi tersebut kini dipertanyakan oleh masyarakat setempat, khususnya terkait pengelolaan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai tidak tembus pandang.

Warga di sekitar area operasional beberapa perusahaan tambang mulai menyuarakan kekecewaan dan kecurigaan. Mereka mempertanyakan ke mana sesungguhnya dana miliaran rupiah yang dialokasikan untuk CSR itu mengalir. "Kami tidak pernah tahu berapa anggaran pastinya, program apa saja yang dijalankan, dan siapa saja yang benar-benar merasakan manfaatnya," ungkap seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya. "Yang kami lihat, programnya tidak merata, bahkan ada yang terasa tidak menyentuh kebutuhan riil warga."

Ketiadaan informasi yang jelas mengenai detail alokasi dana, laporan kegiatan, serta hasil evaluasi program CSR memicu berbagai spekulasi. Masyarakat merasa hak mereka untuk mengetahui bagaimana dana yang seharusnya kembali kepada komunitas itu dikelola, telah diabaikan. Akibatnya, alih-alih membangun kepercayaan, ketidaktransparanan ini justru menumbuhkan bibit-bibit ketidakpercayaan dan potensi konflik antara perusahaan dan penduduk lokal.

Perusahaan tambang kerap mengklaim telah menjalankan berbagai program CSR, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi lokal. Namun, tanpa laporan yang terbuka dan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan serta pengawasan, klaim tersebut sulit diverifikasi. Ini menjadikan program CSR sebatas formalitas tanpa dampak signifikan, bahkan berpotensi menjadi alat untuk sekadar memenuhi regulasi tanpa semangat akuntabilitas yang sebenarnya.

Masyarakat mendesak agar perusahaan tambang segera membuka diri. Transparansi anggaran CSR bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan fondasi penting untuk membangun kemitraan yang setara dan berkelanjutan. Dengan keterbukaan, program CSR dapat benar-benar menjadi jembatan kesejahteraan, bukan lagi sumber pertanyaan dan kecurigaan yang diselimuti kabut. Akuntabilitas penuh adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan dan memastikan dampak positif yang nyata bagi komunitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *