Sebuah jajak pendapat mengungkapkan, lebih dari setengah pengguna Facebook dan Twitter telah mengubah perilaku mereka. Setengah diantaranya mengatakan, kedua situs itu membuat perilaku mereka menjadi buruk.

detail beritaDilansir dari Telegraph, Selasa (10/7/2012), jajak pendapat yang mengambil data menggunakan teknologi ini menemukan jawaban paling umum seperti, penurunan prestasi akibat terlalu sering menggunakan jejaring sosial. Kemudian dua pertiganya mengatakan, merasa sulit untuk tenang atau tidur setelah menghabiskan waktu di situs pertemanan tersebut.

Dan seperempat dari mereka yang disurvei mengungkapkan, mengakses jejaring sosial untuk melupakan masalah dalam hubungan atau masalah pekerjaan.

Secara keseluruhan Business School Salford di University of Salford melakukan polling kepada 298 orang. Dari keseluruhan responden, 53 persen diantaranya mengatakan bahwa situs jaringan sosial telah mengubah perilaku mereka dan 51 persen dari mereka mengatakan dampaknya negatif.

Penelitian ini juga menunjukkan kekuatan adiktif dari internet, dengan 55 persen orang mengatakan merasa “khawatir atau tidak nyaman” ketika mereka tidak dapat mengakses Facebook dan Twitter.

Seorang psikolog, Linda Blair mengatakan, banyak orang kecemasannya meningkat karena mereka gagal mendapatkan apa yang mereka mau.

“Saya pikir salah satu hal utama adalah bahwa orang mulai bersikap seolah-olah teknologi yang memegang kendali dari mereka, bukan sebaliknya, ” jelasnya.

Sumber: http://techno.okezone.com/read/2012/07/09/55/660986/twitter-dapat-mengubah-perilaku