Bar Bridge Inn di wilayah barat laut Inggris beberapa waktu ini menjadi tempat berkumpul para tukang bohong dari berbagai belahan dunia. Tujuan mereka adalah untuk ikut dalam kontes berbohong yang diadakan tiap tahunnya di bar tersebut.

Foto: GoogleimagesKontes bohong itu sendiri diadakan oleh pihak bar untuk mengenang pemilik lamanya yang dikenal suka sekali berbohong. Tiap orang dapat berpartisipasi dalam kontes tersebut, kecuali pengacara dan politisi. Mereka dianggap sudah terlalu jago dalam berbohong sehingga dianggap akan tidak adil bagi peserta biasa.

Setiap kontestan akan diberikan waktu 5 menit untuk mengatakan kebohongan. Semakin tidak masuk akal kebohongan yang dikatakan semakin baik nilai yang didapat, walaupun begitu peserta harus dapat mengatakan kebohongan tersebut dengan cara yang meyakinkan.

Tahun lalu, kontes dimenangkan oleh seorang warga Inggris, Glen boyland. Boyland mengatakan bahwa ia seringkali bermain adu balap siput dengan Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles.

Seorang uskup gereja Anglikan pernah juga mengikuti kontes bohong tersebut dengan mengucapkan kebohongan singkat “Saya tidak pernah berbohong selama hidup saya,” seperti diberitakan Yahoo! News, Jumat (16/11/2012).

Selain diikuti oleh warga lokal kontes ini juga diikuti oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia. Seorang warga Afrika Selatan, Abrie Krueger, memenangkan kontes bohong itu pada tahun 2003.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Evolution & Human Behaviour menyatakan bahwa seseorang dapat mendeteksi apakah lawan bicaranya sedang berbohong atau tidak dengan melihat tanda-tanda di mimik mukanya. Terdapat gerak mimik muka tertentu yang menandakan seseorang sedang mengeluarkan kebohongan.

Sumber: http://international.okezone.com/read/2012/11/16/214/719287/tukang-bohong-kini-miliki-arena-lomba