Pengertian Pulsa

Pulsa adalah alat satuan perhitungan biaya telepon, sebelum masuknya kita ke era telepon genggam, istilah ini memang tidak terlalu populer diantara kita karena memang PSTN atau fixed line lebih ke arah perhitungan tagihan (pascabayar) jadi pakai dulu baru bayar walhasil tidak ada istilahnya habis. Oke mari kita bahas arti yang sebenarnya :).

Pulsa Menurut KBBI

Pertama mari kita buka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), menurut KBBI pulsa ialah :

[info]pul·sa n 1 : “denyut nadi yg terjadi krn detak jantung; 2 tegangan atau arus yg berlangsung beberapa lama berbentuk segi empat atau gelombang sinus; 3 satuan dl perhitungan biaya telepon; 4 Mus rangkaian denyutan berulang secara teratur yg terasa dl musik, jika pu·lsa itu terdengaran disebut ketukan“ [/info]

pulsa

Mengacu pada KBBI terdapat 4 makna yang berbeda, tentu tergantung dari penempatan kata dan penggunaan kata nya. Yang pertama ialah denyut Jantung, jauh dari arti yang kita ingin cari, lalu yang kedua ialah tegangan atau arus, melenceng dari konteks bahasan kita. Nah yang ketiga pulsa adalah satuan perhitungan biaya telepon, arti yang ketiga ini lah yang paling mendekati. Jadi dapat disimpulkan menurut KBBI pulsa adalah Satuan Perhitungan Biaya Telepon.

Pulsa Menurut Masyarakat

Oke kita sudah dapat satu petunjuk arti dari bahasan diatas, lalu apakah itu berarti yang sering kita sebut pulsa adalah biaya? Lalu kenapa kita malah membeli biaya? :). Mari kita bahas sedikit demi sedikit.

“Bang beli pulsa simPATI yang 5.000 ya”. Jjika kita mengacu pada KBBI arti kalimat disamping menjadi “Bang beli satuan biaya perhitungan telepon yang 5.000 ya” sekilas terlihat lucu tapi itulah kenyataannya. Lalu apa yang terjadi? apakah KBBI salah mengartikannya? Tentu tidak, karena yang terjadi di masyarakat kita ini ialah salah kaprah pengertian pulsa sebenarnya, tentu yang dimaksud pada kalimat di atas ialah voucher dan voucher inilah yang berwujud fisik bukan satuan biaya-nya, kalau kata bahasa “londo-nya” adalah prepaid credit, kredit prabayar yang digunakan untuk menggunakan layanan suatu provider.

Pada kemunculannya pertama kali, para provider di Indonesia menggunakan istilah Voucher Isi Ulang karena memang tujuannya mengisi ulang kembali kredit kita pada akun nomor prabayar yang kita gunakan. Alih-alih mensosialisasikan kata tersebut menjadi kata baku untuk pembelian kredit para pelanggan prabayar-nya, para provider justru beralih menggunakan istilah pulsa yang disama-artikan dengan Voucher Isi Ulang :). itulah kekuatan dari perubahan kebudayaan yang memang mengatur sebagian besar hidup kita, sehingga mau tidak mau provider Indonesia lebih memilih kata pulsa daripada Voucher Isi Ulang dengan pertimbangan lebih familiar di masyarakat kita.

Pulsa adalah…

Jadi kesimpulannya, [notice] pulsa adalah satuan perhitungan biaya telepon yang kita bayar di depan (prabayar) untuk dapat menggunakan layanan dari suatu provider [/notice] Provider akan memotong kredit kita sesuai dengan biaya pemakaian layanan.

Pulsa Fisik / Voucher Fisik

Voucher fisik adalah voucher yang pertama kali diperkenalkan oleh para provider di Indonesia untuk para pelanggan prabayarnya agar dapat terus menggunakan layanan yang diberikan. Cara penggunaaan voucher fisik ialah dengan menggosok bagian timah pelindung nomor voucher, lalu memasukkan angka-angka yang tersembunyi di dalamnya sesuai dengan prosedur dan kebijakan masing-masing penyedia layanan.

Seringkali kebanyakan dari kita kurang hati-hati dalam menggosok bagian pelindung tersebut, sehingga angka yang tersembunyi dibaliknya setelah digosok menjadi tidak terbaca :), nah kan jadi rugi deh, oke kalau cuma 1 angka mungkin kita bisa menebak angka yang mirip atau mencoba-coba satu persatu angka dari 0-9 sampai berhasil masuk dengan syarat maksimal percobaan pengisian mengikuti kebijakan masing-masing provider jika tidak bisa-bisa kartu kita diblokir karena terus-terusan salah memasukkan angka voucher. Tetapi kalau sudah 2 -3 angka yang tidak terbaca sama sekali/hilang lebih baik pasrah saja :).

Voucher Fisik dari segi ekonomi

Dari sisi kemudahan pengisian voucher fisik terlihat tidak terlalu praktis dan dari sisi ekonomi produksi voucher fisik memerlukan biaya yang tinggi dari mulai pencetakan voucher, pemberian angka unik sampai pelapisan timah pelindung dan tentu yang terakhir ialah packing. Dengan pertimbangan itulah akhirnya muncul jenis voucher baru di Indonesia yaitu Voucher Elektrik

Pulsa Elektrik / Voucher Elektrik

Disamping voucher fisik ada juga voucher elektrik, apa yang dimaksud dengan voucher elektrik? voucher elektrik adalah salah satu jenis voucher isi ulang yang dikeluarkan oleh provider yang hanya dapat di-top up oleh chip khusus keluaran provider yang telah diotorisasi penggunaannya untuk melakukan top up voucher isi ulang. jenis voucher ini tidak berbentuk karena saat digunakan / di top up maka akan langsung otomatis terisi sesuai dengan nominal yang diinginkan ke nomor handphone yang dituju.

Pulsa elektrik baik dari segi ekonomi maupun dari segi kemudahan jelas jauh lebih unggul dibandingkan dengan voucher elektrik, lebih mudah, lebih murah, lebih gampang dan yang paling disukai oleh kita-kita ialah pulsa langsung masuk ke nomor telepon yang dituju tanpa harus ada campur tangan dari kita sebagai End User.

Disamping sisi baiknya ada juga kelemahannya yaitu sangat bergantung pada kestabilan jaringan operator yang digunakan maupun keadaan waktu melakukan pengisian, sebagai contoh jika kita melakukan top up MKIOS maka waktu yang dibutuhkan untuk mengisi anya beberapa detik saja, menurut pengalaman kami sekitar 3-5 detik. Tetapi jika kita melakukan top up pada saat keadaan gangguan jaringan, maka waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama, bahkan ada kemungkinan terburuk yaitu stok di MKIOS terpotong tetapi tidak masuk/terlambat masuk ke pelanggan.

Voucher elektrik dapat di-isi oleh chip yang telah diotorisasi, apa itu? Maksudnya adalah tidak semua kartu yang kita gunakan dapat melakukan top up pulsa ke pelanggan, tapi hanya kartu-kartu / chip-chip khusus keluara provider yang memang ditujukan untuk melakukan isi ulang voucher elektrik berikut ini adalah contoh chip khusus tersebut :

[list style=”list1″ color=”yellow”]

  • MKIOS (Telkomsel)
  • MTRONIK (Indosat)
  • DOMPUL (XL)
  • e-AXIS (AXIS)
  • DOMPET THREE (Three)
  • ISI ESIA (esia)
  • Fkios (Flexi)

[/list]

Selain chip diatas ada juga cara bisnis pulsa menggunakan layanan All Operator yang menyederhanakan isi ulang menjadi hanya memakai 1 chip untuk semua operator, tentu caranya dengan men- daftar pulsa elektrik pada salah satu server di kota Anda. Dan pada banyak situasi walaupun tidak selalu, harga pulsa yang diberikan jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli langsung ke Dealer Resmi operator juga didukung dengan format transaksi tanpa kode.

Akhirnya dengan pertimbangan inilah para pelanggan penyedia layanan lebih memilih voucher elektrik dibandingkan dengan voucher fisik karena kemudahan dan harganya yang lebih murah.

Semoga Bermanfaat :)

Akhir dari bahasan pulsa