Jika kamu adalah seorang pebisnis pulsa elektrik atau orang yang berkecimpung dalam menjualkan pulsa elektrik pasti sudah tidak asing lagi dengan dealer pulsa atau server pulsa , ya keduanya berhubungan erat dengan mekanisme pengisian pulsa elektrik di Indonesia tetapi jika konteksnya dalam memasarkan stok pulsa maka keduanya adalah musuh bebuyutan, ya dealer pulsa versus server pulsa. Kita akan coba bahas sedikit peta persaingan antar kedua entitas terbesar di Indonesia dalam memasarkan pulsa elektrik ke penjual pulsa.

Segment Pasar Dealer Pulsa

Dalam dunia ekonomi kita mengenal istilah segmen pasar, yaitu klasifikasi pelanggan berdasarkan satu atau lebih karakteristik untuk mengidentifikasi kelompok pelanggan yang memiliki kebutuhan yang sama dan permintaan produk yang sama. Dapat kita lihat dalam suatu pasar pulsa elektrik terdapat juga segmen pasar yaitu antara pedagang besar, pedagang menengah dan pedagang kecil. Dari semua segmen tersebut masing-masing pelanggan mempunyai preferensi ke salah satu entitas pemasaran pulsa elektrik.

Oke pertama mari kita lihat dari sisi Dealer Pulsa, dealer pulsa adalah perwakilan resmi dari suatu operator seluler untuk menyebarkan dan memasarkan produk pulsa elektrik ke para pelanggan yang berada dalam jangkauan area wilayahnya. Jadi tugas besar dealer pulsa dalam hal ini ialah memastikan bahwa dalam area tertentu yang dikuasi olehnya pasokan pulsa elektrik untuk para pelanggan suatu operator seluler dapat [blockquote align=”left”]Jangkauan terbatas dealer pulsa ?[/blockquote] terpenuhi, konsumen dengan mudah mendapatkan pulsa dimana saja dan kapan saja. Dealer pulsa adalah salah satu entitas channel distribusi resmi dari operator seluler, dalam hal penyebaran dan pemasaran produk pulsa elektrik dealer “dibekali” dengan chip khusus yang dapat diberikan kepada para pengecer pulsa yang berada di wilayahnya. Chip khusus inilah yang digunakan oleh pedagang pulsa untuk melakukan top up isi ulang pulsa elektrik pada pelanggan operator seluler.

[divider]

Kesulitan dealer pulsa

Dari besar wilayahnya, kesulitan dealer pulsa ialah dalam luas area yang dapat mereka jangkau, sebagai contoh ada berapa jalan utama di satu kecamatan di Jakarta? dipastikan banyak bukan, ada berapa jalan sekunder di satu kecamatan lebih banyak lagi bukan, itu baru dari jalan sebagai faktor perhitungan keberadaan pedagang pulsa pada area tertentu, artinya apakah para canvasser dealer pulsa telah menjelajahi semua jalan pada area wilayahnya? siapa yang dapat memastikan? bahkan dealer pulsa sendiri saja belum tentu percaya kepada para canvassernya aneh bukan?.

dealer pulsaTapi jika kita lihat lebih dalam lagi, inilah peluang pasar dari server pulsa, sebagai contoh kita berasumsi bahwa suatu dealer pulsa telah menguasai areanya sebanyak 90% dari luas area yang harus dicover, tentu kebanyakn dari mereka berpatokan pada jalan-jalan yang terdaftar di peta bukan? Dengan kondisi sekarang ini dimana kenyatannya ialah terdapat lebih banyak konsumen pada daerah padat pemukiman dan daerah tersebut tidak mempunyai jalan a.k.a hanya ada gang-gang saja, tahu kan gang? itu lho jalan kecil yang hanya muat untuk 2 motor saja, nah disinilah sebenarnya letak pasar sesungguhnya.

Tetapi apakah dealer sadar akan hal tersebut? Tentu saja mereka sangat sadar akan hal tersebut, lalu pertanyaannya ialah kenapa mereka tidak mengambil ceruk pasar yang besar itu? Sungguh kenyataan yang ironis dimana rata-rata dealer pulsa alergi dalam menangani outlet pulsa yang kecil/konter pulsa yang ordernya hanya sedikit, tidak bisa dipungkiri pedagang pulsa yang berada di gang kebanyakan tidak sebesar pedagang yang berada di jalan-jalan utama/sekunder. Tapi pelanggan mereka rata-rata justru lebih banyak dibandingkan pedagang yang berada di pinggir jalan karena didukung oleh faktor kepadatan pemukiman dimana tempat mereka berjualan. Karena itu tanpa kita sadari usaha pulsa elektrik tumbuh subur di daerah-daerah seperti ini.

[divider]

Pasar Server Pulsa

Allah Maha Adil, ceruk pasar ini merupakan daerah “tak terjangkau” oleh para Area Dealer Pulsa di wilayah kita, sehingga banyak bermunculan konsep server pulsa dari yang hanya melayani pembelian cash saja sampai memberikan tempo pembayaran sampai 3 hari!. Dengan didukung kemudahan [blockquote align=”right”]Jangkauan luas server pulsa?[/blockquote] dalam bertransaksi, praktis dan tidak membutuhkan modal yang besar maka banyak dari pedagang ini lebih memilih untuk bergabung dengan server pulsa dibandingkan melakukan oreder langsung pada dealer pulsa resmi. Server pulsa pada awal kemuncullannya merupakan suatu konsep strategis penyederhanaan pengisian pulsa elektrik bagi pedagang yang tidak ingin repot dalam melakukan bisnis pulsa, karena peminatnya yang begitu besar bahkan orang dengan tanpa outlet pun bisa berjualan pulsa, maka server pulsa pun tentu ikut tumbuh subur di daerah padat pemukiman. Sesuai dengan hukum ekonomi dan harga, banyaknya permintaan harus didukung dengan banyaknya penawaran karena jika tidak maka akan terjadi monopoli pada daerah tersebut.

Dari fakta diatas, kenyataan pahit yang justru muncul ke permukaan ialah “tidak kompak-nya” para server pulsa yang bersaing pada area tertentu, saling sikut sudah menjadi bagian sehari-hari mereka demi mendapatkan Reseller. Bahkan dengan sangat mudahnya memberikan deposit pulsa dengan tempo 3 hari pembayaran kepada para pedagang pulsa demi mendapatkan pelanggan, ini kenyataan pahit dan kejamnya industri server pulsa di Indonesia, Asosiasi Server Pulsa Indonesia (ASPINDO) yang “seharusnya” mengatur dan melakukan koordinasi dengan para server pulsa terkesan “lumpuh” dan “tidak bernyawa” jika menyangkut urusan persaingan antar server pulsa.

Tapi mari kita lihat sisi positifnya, dengan persaingan ketat, maka server pulsa berlomba-lomba untuk memperbaiki kinerjanya dalam melayani pedagang pulsa di daerah mereka, tentu dengan ini kualitas server pulsa yang “rajin” dalam membenahi diri menjadi server favorit di daerahnya.

[divider]

Pilih Mana Dealer Pulsa atau Server Pulsa ?

Kembali lagi ke pembahasan, pilih mana dealer pulsa atau server pulsa ? Semua tergantung kamu semua dalam meutuskan yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada konsumen, jika dirasa melakukan order stok dan mempunyai chip yang banyak lebih menguntungkan dan kamu mempunyai modal yang besar maka lebih baik memilih dealer pulsa , tetapi jika kamu lebih memilih cara praktis, mudah dan dimana saja tanpa butuh modal yang besar maka pilih lah kami para server pulsa Indonesia.

Pertanyaannya ialah jadi yang benar mana?
[list style=”list4″ color=”green”]

  • Dealer Pulsa yang jangkauan areanya terbatas
  • Server pusa yang mempunyai jangkauan area yang luas

[/list]

Silakan kamu sendiri yang menyimpulkan, karena tulisan ini hanya berdasarkan pengetahuan sedikit saya mengenai bisnis pulsa elektrik di Indonesia, mungkin banyak fakta yang tidak benar dari tulisan saya, jadi pertanyaan dan kritik are always and always warmly welcomed…

Salam hangat.. Cheers

Akhir pembahasan Dealer pulsa versus Server Pulsa