Bagan Akun Server Pulsa

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, sekarang saatnya kita masuk ke penerapan akuntansi pada server pulsa elektrik. Saya yakin banyak diantara kita yang sedikit banyak sudah sangat mengerti tentang akuntansi, tapi tidak ada salahnya bukan jika kita coba membahas sedikit langkah-langkah pertama dalam membuat server pulsa Anda berjalan dengan pencatatan administrasi yang baik dan terukur.

Kita review dulu pembahasan sebelumnya

Nah, keempat poin diatas sangat penting dilakukan sebelum menerapkan akuntansi server pulsa pada usaha kita.

Pengertian Akun Server Pulsa

Lanjut ke Bagan Akun Server, apa itu? Dalam akuntansi terdapat akun-akun yang akan kita gunakan untuk melakukan pencatatan, daftar dari akun tersebut disebut dengan Bagan Akun Server . Bagan Akun Server ini kita buat dahulu agar penamaan suatu akun yang terkait dengan transaksi menjadi seragam dan tidak membingungkan. Contoh Bagan Akun Server bisa dilihat di bawah ini:

bagan-akun-server-pulsa

Gambar di atas adalah salah satu contoh Bagan Akun Server yang dapat diterapkan pada server pulsa elektrik. Tujuan dari pembuatan BAS ini ialah agar memberikan kemudahan dalam melakukan jurnal dan membuat buku besar serta laporan-laporan lainnya yang terkait dengan posisi keuangan server pulsa. Bagan Akun ini tidak mempunyai bentuk baku, artinya setiap server pulsa dapat menerapkan dan membuat akun-akun yang berbeda sesuai dengan tujuan dan situasi yang ada pada server tersebut.

Jenis-Jenis Akun Pada Server Pulsa

Secara garis besar saya membagi akun-akun tersebut ke dalam 5 bagian yaitu Aktiva (Asset) , Hutang (Liability) , Modal (Equity) , Pendapatan (Income) dan Beban (Expense). Dari 5 bagian besar tersebut nanti bisa dipecah lebih spesifik menjadi akun-akun neraca dan akun nominal.

Apa bedanya akun neraca dan akun nominal? Akun neraca ialah akun yang saldo akhirnya selalu mengikuti walaupun periode pencatatan akuntansi telah berakhir, sebagai contoh akun Aset Tetap, Akun Kas dll. sedangkan akun nominal ialah akun yang harus di-NOL kan pada saat berakhirnya periode akuntansi sebagai contoh akun pendapatan, akun beban dll.

Mari kita lanjut ke penjelasan masing-masing akun yang terdapat dalam Bagan Akun Server

1. AKTIVA

Seperti yang kita ketahui Aktiva atau Asset adalah sumber daya yang dipunyai oleh server pulsa yang dapat digunakan dalam menghasilkan pendapatan, nah aktiva ini dapat dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap.  Aktiva Lancar adalah aktiva yang dapat dirubah menjadi bentuk kas dalam waktu dekat sebagai contoh tentu akun Kas, akun Bank, akun Piutang dll. sedangkan Aktiva Tetap memerlukan waktu untuk dirubah menjadi Kas seperti akun Komputer, akun Modem, akun Kendaraan dll.

Aktiva disini saya berikan kode dengan awalan angka 1 , jadi jika ada akun dengan awalan 1, contoh: 1-101 maka kita dapat langsung tahu kalau itu adalah akun yang berada pada Aktiva.

2. HUTANG

Hutang atau Liability ialah tentu saja kewajiban yang harus dibayarkan oleh suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu, oleh karena itu hutang diklasifikasikan menurut jangka waktunya yaitu Hutang Jangka Pendek dan Hutang Jangka Panjang. Hutang Jangka Pendek pada server pulsa sebagi contoh ialah Hutang Deposit (Saldo RS) dan Hutang Jangka Panjang sebagi contoh ialah Hutang Bank dimana pembayarannya meliputi termin atau jangka waktu yang biasanya tahunan.

Hutang disini saya berikan kode dengan awalan 2.

3. MODAL

Modal atau Equity ialah Modal yang diberikan oleh pemilik untuk menjalankan usahanya. Akun Modal disini saya berikan dengan kode awalan 3.

4. PENDAPATAN

Pendapatan atau Income adalah akun-akun untuk menampung segala bentuk pendapatan yang dihasilkan oleh server pulsa elektrik. Untuk akun pendapatan saya berikan kode awalan dengan angka 4.

5. BEBAN

Beban atau Expense, kadang pola berpikir kita sebagai pengusaha suka salah dalam mengartikan beban, yaitu segala pengeluaran yang dikeluarkan baik itu pengeluaran oleh pemilik usaha juga dimasukkan ke dalam beban usaha pulsa. Pola tersebut adalah salah karena yang benar ialah Beban adalah Biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dalam menghasilkan pendapatan, jadi jika terdapat pengeluaran yang bukan dalam rangka menghasilkan pendapatan maka itu tidak bisa disebut dengan beban.

Contoh Bagan Akun Server dapat Anda Download Disini: Bagan Akun Server

Dasar-dasar Akuntansi Server Pulsa

Oke sedikit banyak kita sudah mengerti tentang dasar-dasar akuntansi server pulsa . Mari kita lanjut ke akuntansi-nya.

Seperti yang kita ketahui rumus dasar akuntansi keuangan ialah:

[notice]ASET = EQUITY + LIABILITY[/notice]

atau

[notice]AKTIVA = MODAL + HUTANG[/notice]

Rumus diatas berarti seluruh Aktiva kita jumlahnya harus/wajib/kudu/mesti sama dengan Modal yang diberikan dan Hutang yang diakui. Oleh karena itu maka Laporan Posisi Keuangan (Neraca) server pulsa elektrik Anda harus Balance (imbang) sesuai dengan rumus diatas. Jika tidak, berarti ada yang salah dengan pencatatan Anda.

Lalu bagaimana menerapkan rumus tersebut pada Server Pulsa, akan saya coba contohkan dengan yang paling sederhana.

1. Aktiva dalam server pulsa elektrik dapat berbentuk:

  • Kas (Uang Kas Yang berada di server pulsa)
  • Kas Bank (Saldo Kas server pulsa pada Bank bersangkutan)
  • Piutang (Deposit yang belum dibayar oleh Member dari server pulsa)
  • Aktiva Tetap (Server, Motor dll.)
  • Persediaan (inventory) yaitu Stok pulsa elektrik yang Anda punya

Jadi total aktiva pada server pulsa didapat dengan menambahkan Kas+Kas Bank+Piutang Deposit+Aktiva Tetap+Persediaan

2. Modal dalam server pulsa dapat berbentuk:

  • Modal (Kas yang Anda berikan ke server baik itu telah dirubah ke dalam bentuk peralatan server ataupun stok pulsa elektrik, jumlahnya tetap dicatat sebagai modal, sedangkan peralatan dan stok pulsa masuk ke aktiva)

3. Hutang dalam server pulsa dapat berbentuk:

  • Hutang Deposit (Deposit yang anda input ke dalam akun Reseller/Saldo RS adalah merupakan Hutang jangka pendek yang harus dibayarkan oleh server pulsa)

Jadi dengan kata lain untuk menterjemahkan rumus akuntansi keuangan ke dalam usaha server pulsa bisa dengan cara seperti ini:

[success]Kas + Kas Bank + Piutang + Aktiva Tetap + Persediaan  =  Modal + Hutang Deposit (Saldo RS)[/success]

Rumus diatas adalah bentuk sederhana dalam pengaplikasian akuntansi ke dalam server pulsa, dalam prakteknya rumus bisa berubah menurut besar kecilnya atau metode pencatatan yang digunakan oleh server bersangkutan.

Oke segitu dulu ya, nanti kalo ada waktu lagi kita lanjut ke pembahasan pembuatan Jurnal, dimulai dengan membuat Jurnal Deposit.

Semoga Bermanfaat,

Salam Hangat Pojok Pulsa

– kojop –